Bidang LITBANG (Penelitian & Pengembangan)

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN BUTON UTARA 2009-2013

Kategori: LITBANG (Penelitian & Pengembangan)
Diterbitkan: Kamis, 12 Maret 2015
Ditulis oleh BAPPEDA Butur

        Publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Buton Utara 2009 - 2013 merupakan lanjutan publikasi tahun sebelumnya yang disusun oleh BadanPusat Statistik Kabupaten Buton Utara. Publikasi ini memuat tinjauan perkembangan perubahan struktur dan pertumbuhan ekonomi serta pendapatan perkapita Kabupaten Buton Utara yang disajikan secara deskriptif dilengkapi dengan fisualisasi gambar. Disamping itu disajikan pula angka-angka Produk Domestik Regional Bruto tahun 2009 – 2013 baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan tahun 2000. Untuk memudahkan pemahaman terhadap data yang disajikan, maka dilengkapi pula dengan penjelasan konsep dan defenisi serta ruang lingkup PDRB tahun 2013.
Beberapa angka yang disajikan dalam publikasi ini masih bersifat sementara terutama tahun 2013 yang disebabkan belum lengkapnya data yang tersedia dan akan disempurnakan pada penerbitan selanjutnya. Kepada pemakai data dianjurkan untuk memperhatikan perubahan yang ada, dan dianjurkan untuk menggunakan data terbitan terbaru.
       Kepada semua pihak yang memberikan bantuan sehingga terwujudnya publikasi ini, diucapkan terima kasih. Semoga publikasi ini bermanfaat untuk keperluan penelitian, evaluasi dan perencanaan pembangunan di Kabupaten Buton Utara. Akhirnya segala kritik dan saran dari pemakai data sangat diharapkan demi penyempurnaan publikasi ini di masa datang.

Buku PDRB Buton Utara 2009-2013 Dapat di Download Disini

Buton Utara Dalam Angka 2014

Kategori: LITBANG (Penelitian & Pengembangan)
Diterbitkan: Jumat, 06 Maret 2015
Ditulis oleh BAPPEDA Butur

BUPATI BUTON UTARA

S A M B U T A N

Dengan semakin pesatnya pembangunan di berbagai aspek, maka semakin terasa pula perlunya data statistik berbagai sektor yang lengkap, terpercaya dan tepat waktu yang sangat berguna bagi proses perencanaan, khususnya dalam perumusan kebijakan pelaksanaan pembangunan.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton Utara yang dengan segala upaya berusaha untuk menyiapkan dan menyusun data tersebut, perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Proses pengumpulan dan penyusunan data dimaksud sangat menyita waktu, tenaga dan pikiran, khususnya bagi Badan Pusat Statistik dan jajarannya. Syukurlah kerja keras itu telah membuahkan hasil yang dapat kita baca dalam buku : Kabupaten Buton Utara Dalam Angka 2014 ini.
Diharapkan dalam penyajian data dan penjelasannya benar-benar menarik, bukan saja dari segi bentuk dan tampilannya juga keakuratan data di dalamnya. Semoga buku ini bermanfaat dan kiranya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan kepada kita semua dalam melaksanakan tugas sesuai bidang
pengabdian masing-masing.


Buranga, Agustus 2014

BUPATI BUTON UTARA

 

Drs. H. MUH. RIDWAN ZAKARIAH, M.Si

Buku Buton Utara Dalam Angka Bisa di Download Disini

Butur Dalam Angka 2012

Kategori: LITBANG (Penelitian & Pengembangan)
Diterbitkan: Minggu, 21 September 2014
Ditulis oleh BAPPEDA Butur

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2007 Tanggal 2 Januari 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Buton Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Muna, maka pembagian wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Buton Utara meliputi 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Bonegunu, Kambowa, Wakorumba, Kulisusu, Kulisusu Barat dan Kulisusu Utara.

Download File

KABUPATEN BUTON UTARA DALAM ANGKA 2013

Kategori: LITBANG (Penelitian & Pengembangan)
Diterbitkan: Rabu, 04 Februari 2015
Ditulis oleh BAPPEDA Butur

Pantai Membuku Buton Utara, Sulawesi Tenggara

                                                                                                                                     

GEOGRAFIS


Bagian ini menyajikan data mengenai geografi dan batas wilayah, luas wilayah, kondisi tanah yang meliputi topografi, geologis, hidrologis/ keadaan perairan, (laut dan sungai), dan keadaan iklim serta curah hujan di Kabupaten Buton Utara.


1.1 Letak Geografi Dan Batas Wilayah

 

Kabupaten Buton Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang wilayahnya meliputi sebagian Pulau Buton bagian utara, serta pulau-pulau kecil yang tersebar disekitar kawasan tersebut.


1.1.1 Letak Geografis

 

Kabupaten Buton Utara terletak dibagian Selatan Khatulistiwa pada garis lintang 4 0 06’ Sampai 5 0 15’ Lintang Selatan dan dari Barat ke Timur 122 0 59’ Bujur Timur sampai dengan 123 0 15’ Bujur Timur.

 

1.1.2 Batas Wilayah

 

Kabupaten Buton Utara di sebelah Utara berbatasan dengan Selat Wawonii; Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda; sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Buton; dan sebelah Barat berbatasan dengan Selat Buton dan Kabupaten Muna.


1.2 Luas Wilayah

 

Luas daratan Kabupaten Buton Utara seluas 1.923,03 km 2 yang terletak di bagian Utara Pulau Buton. Dari enam kecamatan yang berada di Kabupaten Buton Utara, Kecamatan Bonegunu merupakan kecamatan yang memiliki wilayah yang paling luas dibanding kecamatan lainnya, yaitu seluas 491,44 km 2 atau 25,56 persen dari seluruh luas Kabupaten Buton Utara. Selanjutnya disusul Kecamatan Kulisusu Barat seluas 370,47 km 2 atau 19,26 persen, Kecamatan Kulisusu Utara seluas 339,64 km 2 atau 17,67 persen, Kecamatan Kambowa seluas 303,44 km 2 atau 15,78 persen. Selanjutnya dua kecamatan lainnya memiliki wilayah yang lebih kecil yaitu Kecamatan Wakorumba seluas 245,26 km 2 atau 12,75

 

persen dan yang terakhir adalah Kecamatan Kulisusu seluas 172,78 km 2 atau 8,98 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Buton Utara.


1.3 Kondisi Tanah

 

1.3.1 Topografi

Kabupaten Buton Utara terdiri dari barisan pegunungan yang sedikit melengkung ke arah utara–selatan dimana hampir setengah (92.799 ha) atau sebesar 48,26 persen luas wilayah Kabupaten Buton Utara berada pada ketinggian 100 – 500 meter di atas permukaan laut Kemudian berdasarkan kemiringan, wilayah Kabupaten Buton
Utara memiliki kemiringan yang hampir merata pada setiap klasifikasi kemiringan, dimana kemiringan 0 – 2 persen seluas 57.129 hektar (29,71 persen), kemudian disusul kemiringan 15 – 40 persen seluas 55.309 hektar atau 28,76 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Buton Utara. Selanjutnya kemiringan lebih dari 40 persen seluas 50.875 hektar atau 26,46 persen serta kemiringan 12 – 15 persen seluas 28.990 hektar atau 15,08 persen dari total luas wilayah Kabupaten Buton Utara.

 

1.3.2. Geologis

Kondisi wilayah Kabupaten Buton Utara ditinjau dari sudut geologis seperti terlihat pada tabel 1.5. pada umumnya wilayah Kabupaten Buton Utara yang berada di Pulau Buton bagian Utara memiliki jenis tanah Mediteran, Rensiana dan Litosol. Sedangkan pada wilayah Kabupaten Buton Utara bagian selatan memiliki tanah Podsolik Merah Kuning.
Berdasarkan jenis batuan, seluas 94.457 hektar atau 49,12 persen wilayah Kabupaten Buton Utara memiliki jenis batuan dengan kategori TMC, disusul TMS dan KTC dengan luas masing-masing
39.005 hektar (20,28 persen) dan 27.718 hektar atau 14,41 persen dari total luas wilayah Kabupaten Buton Utara. BACA LENGKAP? Download DISINI


1.3.3. Hidrologis

 

Ditinjau dari keberadaan sungai, beberapa sungai yang cukup besar dan telah melalui penelitian tehnis di Kabupaten Buton Utara antara lain Sungai Lambale, Sungai Langkumbe, Sungai Kioko, Sungai Bubu, Sungai Kambowa, Sungai Lahumoko dan Sungai Lagito. Sungai-sungai tersebut selain sebagai jalur transportasi yang membawa hasil pertanian dan hasil hutan dari Kabupaten Buton

 

Utara, juga sangat potensial sebagai sumber air irigasi bagi usaha pengembangan pertanian di Kabupaten Buton Utara.


1.3.4. Oceanografis

 

Kabupaten Buton Utara memiliki wilayah perairan laut yang cukup potensial untuk pengembangan usaha perikanan dan hasil laut lainnya. Berbagai jenis ikan yang banyak ditangkap oleh nelayan di Kabupaten Buton Utara antara lain cakalang, teri, kembung, udang serta berbagai jenis ikan lainnya. Selain jenis ikan juga terdapat hasil laut lainnya yang sangat potensial antara lain teripang, japing-japing, lola, mutiara serta agar-agar yang sampai saat ini masih merupakan primadona usaha perairan laut bagi masyarakat di Kabupaten Buton Utara.


1.4. I k l i m

 

Kabupaten Buton Utara pada umumnya beriklim tropis dengan suhu rata-rata antara 25ºC – 27ºC. Seperti halnya daerah lain pada bulan November sampai Juni angin bertiup dari benua asia dan samudera pasifik mengandung banyak uap air yang menyebabkan

 

terjadinya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk

Kabupaten Buton Utara.

Sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan juli dan oktober, dimana pada bulan ini angin bertiup dari benua Australia yang sifatnya kering dan sedikit mengandung uap air. Seperti halnya daerah Sulawesi Tenggara pada umumnya, di Kabupaten Buton Utara angin bertiup dengan arah yang tidak menentu, yang mengakibatkan curah hujan yang tidak menentu pula, dan keadaan ini dikenal sebagai musim pancaroba.


1.5. Curah Hujan

 

Musim hujan terjadi pada bulan November sampai dengan Juni, dimana angin yang mengandung banyak uap air bertiup dari benua Asia dan samudra pasifik sehingga menyebabkan hujan. Sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Juli dan bulan Oktober, pada bulan ini angin bertiup dari benua Australia yang sifatnya kering dan mengandung uap air yang relatif sedikit.
Secara umum, rata-rata curah hujan dan hari hujan di Kabupaten Buton Utara selama tahun 2012 mengalami peningkatan dibandingkan rata-rata curah hujan dan hari hujan tahun 2011. Rata –

 

rata curah hujan selama tahun 2012 adalah sebesar 259 mm/bulan dengan rata – rata hari hujan sebanyak 13 hari hujan setiap bulan. Sedangkan selama tahun 2011 rata-rata curah hujan adalah sebesar
190 mm/bulan dengan rata-rata hari hujan sebanyak 11 hari hujan per bulan. Lebih lengkap data tentang hari hujan dan curah hujan dapat dilihat pada tabel 1.6.

PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Buton Utara 2012

Kategori: LITBANG (Penelitian & Pengembangan)
Diterbitkan: Minggu, 21 September 2014
Ditulis oleh BAPPEDA Butur

Perekonomian Sulawesi Tenggara selama tahun 2000 dipandang relatif stabil dengan pertumbuhan PDRB sebesar 5,27 persen dan inflasi sebesar 11,25 persen.

Download File